makalah Pendidika agama kristen "Politik"



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Tahun-tahun terakhir ini semakin banyak orang menyadari bahwa politik merupakan hal yang melekat pada lingkungan hidup manusia. Politik hadir di mana-mana, di sekitar kita. Sadar atau tidak, mau atau tidak, politik ikut mempengaruhi kehidupan kita sebagai individu maupun sebagai bagian dari kelompok masyarakat, demikian halnya dalam kehidupan kekristenan kita. Hal itu berlangsung sejak kelahiran sampai dengan kematian, tidak peduli apakah kita ikut mempengaruhi proses politik atau tidak? Karena politik mempengaruhi kehidupan semua orang maka Aristoteles pernah mengatakan, politik merupakan master of science. Maksudnya bukan dalam arti ilmu pengetahuan (scientific), tetapi ia menganggap, pengetahuan tentang politik merupakan kunci untuk memahami lingkungan. Bagi Aristoteles, dimensi politik dalam keberadaan manusia merupakan dimensi terpenting sebab ia mempengaruhi lingkungan lain dalam kehidupan manusia. Bagi Aristoteles, politik berarti mengatur apa yang seyogianya kita lakukan dan apa yang seyogianya tidak dilakukan. Penjelasan ini menyadarkan kita akan pentingnya mempelajari politik.
B.     Rumusan Masalah
Adapun pembahasan yang kami angkat dalam materi ini antara lain :
a.      Pengertian politik
b.      Pandangan Alkitab terhadap politik
c.       Tanggungjawab politik umat beragama
d.      Partisipasi politik
e.       Prinsip-prinsip kristiani dalam kehidupan politik


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Politik
Menurut kamus besar bahasa indonesia, Politik berarti pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, politik juga berarti segala urusan dan tindakan mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain.
Politik [Indonesia], politic, [Inggris] adalah padanan Politeia atau warga kota [Yunani, polis atau kota, negara, negara kota]; dan civitas [Latin] artinya kota atau negara; siyasah [Arab] artinya seni atau ilmu mengendalikan manusia, perorangan dan kelompok. Secara sederhana, politik berarti seni pemerintah memerintah; ilmu memerintah; cara pengusaha menguasai. Makna politiknya semakin dikembangkan sesuai perkembangan peradaban dan meluasnya wawasan berpikir. Politik tidak lagi terbatas pada seni memerintah agar terciptanya keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat polis; melainkan lebih dari itu.
Dengan demikian, politik adalah kegiatan [rencana, tindakan, kata-kata, perilaku, strategi] yang dilakukan oleh politisi untuk mempengaruhi, memerintah, dan menguasai orang lain ataupun kelompok, sehingga pada diri mereka [yang dikuasai] muncul atau terjadi ikatan, ketaatan dan loyalitas. Dengan itu, dalam politik ada hubungan antar manusia yang memunculkan menguasai dan dikuasai; mempengaruhi dan dipengaruhi karena kesamaan kepentingan dan tujuan yang akan dicapai. Ada berbagai tujuan dan kepentingan pada dunia politik, dan sekaligus mempengaruhi perilaku politikus.
Politik juga memunculkan pembagian pemerintahan dan kekuasaan, demokrasi, pemerataan dan kesimbangan kepemimpian wilayah, dan lain sebagainya. Hal itu menjadikan pembagian kekuasaan legislatif [parlemen, kumpulan para politisi]; eksekutif [pemerintah]; dan yudikatif [para penegak hukum]; agar adanya ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat.
Disamping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain :
a.      Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
b.      Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah dan negara
c.      Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
d.      Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

B.     Pandangan Alkitab Terhadap Politik
Dalam alkitab ditemui berbagai hal yang didalamnya mengajak umat untuk turut serta dalam pembangunan bahkan dalam pemerintah. Melalui nabi yeremia, mengajarkan agar setiap orang turut bertanggungjawab untuk membangun kesejahteraan kota di mana ia ditempatkan oleh Tuhan (Yer. 29:4-7 ; Rm. 13:1-7). Bila hal seperti ini berlaku dalam masa dan terhadap pemerintah yang sedang menjajah apalagi terhadap pemerintah bangsa Indonesia. Pemerintah Publik Indonesia adalah pemerintah kita sendiri dan kehadiran kita pada saat seperti ini di tengah Republik ini adalah ketetapan Tuhan, bukan atas pilihan kita sendiri karena itu harus kita terima dan syukuri dengan demikian dapat di garis bawahi pemerintah itu adalah Ketetapan Tuhan, bukan atas pilihan kita. Sama seperti bagian komponen bangsa yang lain, umat kristiani baik secara individu maupun kelompok ikut bertanggung jawab untuk menjaga kelangsungan kemerdekaan bangsa ini dalam arrti bebas dari pengaruh dan kekuatan luar manapun dan memaksanya untuk melakukan apa yang sesungguhnya tidak di inginkan. Maka umat yang mengemban tugas bersama untuk turut serta mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam Pancasila.

C.    Tanggungjawab Politik Umat Beragama
Setiap warga negara [di negara manapun] mempunyai hak dan kewajiban untuk turut menentukan keadaan dan kehidupan sosial dan politik. Warga negara adalah bagian penting sehingga terbentuknya negara; tanpa rakyat, maka tak ada negara dan pemerintah ataupun kekuasaan politik. Hidup dan kehidupan mereka secara langsung maupun tidak, mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh tatanan dan struktur sosial-politik dan kekuasaan negara.
Karena keadaan saling mempengaruhi itu, maka warga negara mempunyai tanggungjawab bersama agar adanya stabilitas politik [struktur dan tatanannya] yang mengakomodir kepentingan mereka. Tanggungjawab itu hanya bisa dilakukan, jika ia berperan dalam bidang politik, atau bahkan menjadi anggota [kader] partai politik.
Semua umat beragama [termasuk umat Kristen] di Indonesia mengemban tanggungjawab yang sama. TUHAN Allah memberi kepada semua manusia di semua tempat, dan segala bangsa [termasuk umat beragama] tanggungjawab politik dan mendapat kesempatan yang sama dalam berpolitik. Pemberian itu telah ada sejak manusia diciptakan, bukan karena diberikan oleh negara atau golongan tertentu namun karena merupakan pemberian TUHAN Allah.
Adanya kebijakan dan keputusan politik yang memberi kesempatan pada kebebasan berbicara, berkumpul, beragama dan menjalankan ajaran dan keyakinan agama; kebebasan untuk memilih pekerjaan, tempat tinggal dan kewarganegaraan.

D.    Partisipasi Politik
Partisipasi Politik adalah keterlibatan warga masyarakat dalam segala tahapan kebajikan, mulai dari sejak pembuatan keputusan sampai dengan penilaian keputusan, termasuk juga peluang untuk ikut serta dalam pelaksanaan keputusan.
Keikutsertaan masyarakat dalam dunia politik tidak hanya mendukung keputusan atau kebijakan yang digariskan oleh para pemimpinnya, tetapi setiap proses dan tahapan yang mengarah dan bermuara kepada pengambilan keputusan yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak.
Setiap warga negara berkepentingan dengan politik, diakui atau tidak, nasibnya ditentukan olehnya. Dalam pemilu misalnya, ikut memilih atau tidak, hasil pemilihan itu ikut menentukan nasibnya. Karena itu sudah sewarjanya bila setiap warga negara memahami politik, meskipun tidak semuanya harus terlibat dalam kegiatan politis praktis. Dalam pelaksanaan politik praktis, ada hal yang harus diwaspadai adalah menjadikan agama sebagai “ komoditas” politik. Hal seperti ini termasuk kegiatan yang memanipulasi dan merendahkan agama menjadi hanya sekedar pemenuhan ambisi politik yang rendah dan sementara. Agama bersumber langsung dari Tuhan, karena itu ia berada di atas kehidupan politik dan menjadi sumber inspirasi dan penentu akhir dan mutlak seluruh nilai-nilai kehidupan politik.

E.     Prinsip-Prinsip Kristiani dalam Kehidupan Politik
Manusia ditugaskan untuk melakukan tugas penatalayanan alam semesta beserta isinya, termasuk ambil bagian dalam dunia politik demi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera.
Allah mengajarkan manusia untuk mengasihi dalam segala aspek kehidupan masyarakat yang di dalamnya terdapat nilai-nilai kristiani yang mampu menjalankan peran dan tanggungjawabnya dalam dunia politik, sebab allah mengasihi semua manusia. Mengasihi sesama berarti juga berarti mengasihi sesame warga Negara. Negara republic Indonesia dibentuk berdasarkan pemahaman seperti ini dan bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tertuang dalam UUD 1945, yang berdasarkan pancasila.
Adapun nilai-nilai atau prinsip-prinsip kristiani yang dapat di pakai sebagai acuan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab orang Kristen dalam dunia politik adalah: “ kasih, kebangsaan, kemerdekaan, keadilan, kebenaran, kesetiakawanan, tulus, jujur, rendah hati, kepeloporan, kesamaan dan kesetiaan.









BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pada dasarnya kehidupan politik sama dengan kehidupan lainnya. Manusia ditugaskan untuk melakukan tugas penatalayanan alam semesta beserta isinya, termasuk mengambil bagian dalam dunia politik demi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera. Dalam Alkitab diajarkan bahwa agar umat Allah turut serta dalam pembangunan kota dan pemerintahan. Nabi Yeremia (yer. 29:4-7) meminta agar umat Allah bertanggungjawab untuk membangun kesejahteraan kota.
Nilai-nilai atau prinsip-prinsip kristiani yang dapat di pakai sebagai acuan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab orang Kristen dalam dunia politik adalah: “ kasih, kebangsaan, kemerdekaan, keadilan, kebenaran, kesetiakawanan, tulus, jujur, rendah hati, kepeloporan, kesamaan dan kesetiaan.











DAFTAR PUSTAKA

 Buku Ajar Pendidikan Agama Kristen. Tondano : UNIMA
http://www.sakatik.blogspot.com/
http://www.facebook.com/pages/indonesia-hari-ini-dalam-kata-kata/


Komentar

Postingan Populer