cerpen "melayani tampa memandang siapapun"
MELAYANI TAMPA MEMANDANG SIAPAPUN
Di
siang hari di sebuah toko baju, ada seorang ibu sedang memperhatikan seorang
ibu gelandangan masuk ke dalam toko baju tersebut. Pakaianya kotor.
Sobek-sobek. Membuat para pengujung toko baju tersebut memperhatikannya. Tapi
ketika ia sampai di toko ia tidak di usir. Malah ada seorang karyawan toko
datang menghampirinya dan bertanya ibu, ada yang saya bisa bantu?...lalu
gelandangan itu menjawab, saya mau coba pakaian yang itu. Ia menunjuk pakaian
yang mungkin harganya berkisaran 500 ribu. Karyawan lalu mengukur tubuh ibu
gelandangan tersebut tampa menghiraukan bau dari gelandangan tersebut. Setelah
di pakai pakaian yang ia minta ia menjawab boleh saya pakai baju yang
itu?...karyawan menjawab ooh… tentu. Setelah ia menggunakan baju tersebut. Ia
lepaskan kembali. Dan jalan pergi meninggalkan karyawan tersebut. Lalu
datanglah ibu yang dari tadih memperhatikan karyawan dan gelandangan tersebut.
Lalu ibu itu bertanya kepada karyawan itu. Kenapa anda mau melayani gelandangan
itu?...kenapa anda tidak mengusirnya saja?...lalu karyawan iitu menjawab saja
bekerja di sini bukan untuk menggusir
orang melainkan untuk melayani penggunjung. Lalu seketika ibu syok
dengan jawaban karyawan sersebut. Sesudah itu ibu itu pulang dan menceritakan
kejadian tersebut dalam pergumulan ibadah dan orang orang yang mendengarkannya
terharu dengan cerita itu tersebut. Dan ketika esok harinya banyak penggunjung
yang pergi ke toko tersebut.
karya : Hermando Lenak
Komentar
Posting Komentar